Gelar Sekolah Kebangsaan dengan Tema , “Memangnya Suara Remaja Didengar?”FDK UIN Suska Gandeng Mafindo

Ratusan mahasiswa antusias mengikuti sekolah kebangsaan yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Suska Riau bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jumat, (29/12).

Sekolah kebangsaan yang merupakan iterasi ketiga, atau yang dikenal sebagai “tular nalar,” adalah bagian dari program literasi Mafindo.

Setelah sebelumnya fokus pada literasi digital untuk lansia, kali ini difokuskan pada literasi pemilu, khususnya untuk generasi Z yang akan memberikan suara pertama kalinya pada pemilu mendatang.

Dengan tema “Sekolah Kebangsaan: Memangnya Suara Remaja Didengar?” panitia penyelenggara melibatkan sejumlah fasilitator, termasuk para profesor dari berbagai bidang, untuk menggali tema tersebut di depan peserta.

Dr. Arwan, M.Ag, koordinator tular nalar wilayah Riau, menekankan bahwa acara ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemilih pemula agar aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi tahun depan.

“Kegiatan tular nalar kali ini ditujukan kepada pemilih pemula, dengan tujuan memberikan edukasi terkait pemilu, sebagai hasil kerjasama antara Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan Mafindo,” kata Arwan.

Dr. Arwan, M.Ag, juga menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat melebarkan wawasan pemilih pemula, menjadikan mereka pemilih yang cerdas dan tahan terhadap informasi palsu.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Imron Rosidi, Ph.D., yang berterima kasih kepada Mafindo atas pemilihan fakultas mereka sebagai mitra untuk program tular nalar.

“Semoga kolaborasi ini berlanjut di masa depan. Terima kasih kepada para fasilitator dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ini,” ungkap Prof. Imron.

Dengan partisipasi 125 mahasiswa lintas jurusan, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh seorang fasilitator. 

Materi yang disampaikan mencakup proses pemilihan demokratis, identifikasi informasi palsu, dan undang-undang terkait pemilu.

Peserta antusias selama acara, dengan diskusi yang diselingi permainan menarik untuk mencegah kebosanan.

Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan kepada fasilitator, menjadikan acara ini interaktif dan informatif.**

https://www.cariaku.com/berita/233668202/fdik-uin-suska-gandeng-mafindo-gelar-sekolah-kebangsaan-angkat-tema-memangnya-suara-remaja-didengar

About pipir romadi

Check Also

FDK UIN SUSKA KEMBALI LAKUKAN SOSIALISASI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM PASCA LOLOS PENILAIAN PENDAHULUAN

Fdk.uin-suska.ac.id. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau resmi ditunjuk sebagai pilot project pembangunan zona …