Pengabdian Dosen FDK: Bekali Pemuda Kampar Jadi Duta Heritage Candi Muara Takus

FDK UIN SUSKA RIAUUpaya pelestarian Cagar Budaya Nasional Candi Muara Takus kini melibatkan peran aktif generasi muda. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Pemuda sebagai Duta Heritage Candi Muara Takus melalui Pelatihan Komunikasi Publik, Dakwah Budaya, dan Digital Marketing”, puluhan pemuda Kampar dibekali keterampilan untuk menjadi wajah baru promosi warisan budaya Riau  .

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 29 November hingga 1 Desember 2025, di kawasan Candi Muara Takus ini diikuti oleh sekitar 30 pemuda dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga aktivis komunitas. Mereka mendapatkan pelatihan public speaking, storytelling budaya, dakwah berbasis kearifan lokal, serta pembuatan konten digital untuk media sosial.

Ketua Tim Pengabdian Yudhi Martha Nugraha, S.Sn., M.Ds., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan minimnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian situs sejarah.

“Candi Muara Takus memiliki nilai sejarah dan filosofis yang sangat besar. Melalui program ini, kami ingin menjadikan pemuda sebagai jembatan yang mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam bahasa yang relevan dengan generasi sekarang, terutama di ruang digital,” ujar Yudhi.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan tim multidisipliner. Selain Yudhi Martha Nugraha selaku ketua dan pemateri digital marketing, tim pengabdian juga terdiri dari Prof. Dr. Imron Rosidi, S.Pd., MA yang menyampaikan materi dakwah budaya, Firdaus El Hadi, M.Soc.Sc., Ph.D sebagai pemateri komunikasi publik, serta Artis, M.I.Kom yang berperan sebagai fasilitator sekaligus dokumentator kegiatan. Tim juga dibantu oleh M. Zaki, mahasiswa yang bertugas sebagai asisten lapangan dan pendamping peserta  .

Yudhi menambahkan, metode pelatihan dirancang aplikatif melalui kombinasi sesi teori, praktik lapangan di kawasan candi, simulasi peran sebagai pemandu wisata, serta pendampingan lanjutan pasca kegiatan.

Hasilnya, peserta mampu menghasilkan berbagai konten digital kreatif berupa video pendek dan foto edukatif yang diunggah secara terkoordinasi dengan tagar #CandiMuaraTakus.

Selain menghasilkan konten promosi, kegiatan ini juga membentuk komunitas Duta Heritage Candi Muara Takus yang berkomitmen melakukan unggahan rutin dan kunjungan berkala ke kawasan candi.

Kehadiran para duta ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisata yang lebih informatif sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

“Kami berharap para duta heritage ini tidak hanya aktif selama program berlangsung, tetapi terus menjadi agen pelestarian budaya di lingkungannya masing-masing,” pungkas Yudhi Martha Nugraha.